WARTA – ONE

Media Progresif Revolusioner
Facebook Twitter Google+ YouTube RSS

Rubrik

Posting

  • Putin: Perang Korea Akan Lebih Parah daripada Bencana Nuklir Chernobyl April 9, 2013
  • Ratusan Orang ‘Berpesta’ di Inggris Rayakan Kematian Margaret Thatcher April 9, 2013
  • ULIL BERSELANCAR SAAT TSUNAMI. February 15, 2013
  • Muhaimin Larang TKI Perempuan Kerja ke Negara Timur-Tengah February 12, 2013
  • Anas: Tersangka? Kan, Sudah Dibantah KPK February 9, 2013

Arsip

May 2013
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Apr09

Putin: Perang Korea Akan Lebih Parah daripada Bencana Nuklir Chernobyl

by redaksi on April 9, 2013 at 7:22 am
Posted In: News

Putin: Perang Korea Akan Lebih Parah daripada Bencana Nuklir Chernobyl

Rita Uli Hutapea - detikNews

rudal Korut disiapkan (Sky News)

Moskow, - Ketegangan di semenanjung Korea menimbulkan keprihatinan semua pihak. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan, perang di Korea akan lebih parah daripada bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 silam.

“Saya tak ingin merahasiakan ini, kami memang khawatir akan eskalasi di semenanjung Korea, karena kami bertetangga,” kata Putin saat konferensi pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel saat kunjungan ke acara pameran industri di Jerman.

Dicetuskan Putin, jika perang di Korea benar-benar terjadi, maka bencana nuklir Chernobyl yang sangat diketahui banyak orang itu, akan tampak seperti dongeng anak-anak semata.

“Apakah ada ancaman atau tidak? Saya pikir ada… Saya ingin menyerukan semua orang untuk tenang… dan mulai menyelesaikan masalah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun tersebut di meja perundingan,” tegas Putin seperti dilansir Sky News,Senin (8/4/2013).

Putin juga menyambut keputusan Amerika Serikat untuk menunda uji coba rudal balistik internasional. Penundaan ini dilakukan untuk menghindari meningkatnya ketegangan dengan Korut.

“Saya pikir Amerika Serikat mengambil langkah yang sangat penting dengan menunda uji coba rudal balistik,” ujar Putin kepada para wartawan. “Kita harus berterima kasih pada AS atas langkah yang penting ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Korsel melaporkan bahwa Korut kemungkinan akan melakukan uji coba rudal jarak menengah pada Rabu, 10 April mendatang. Tanggal ini merupakan tenggat waktu yang diberikan pemerintah Korut bagi para diplomat asing untuk pergi dari negeri itu. Disebutkan bahwa pemerintah Korut tidak lagi menjamin keselamatan para diplomat asing.

(ita/nrl)

Comments Off
Apr09

Ratusan Orang ‘Berpesta’ di Inggris Rayakan Kematian Margaret Thatcher

by redaksi on April 9, 2013 at 7:20 am
Posted In: News

Ratusan Orang ‘Berpesta’ di Inggris Rayakan Kematian Margaret Thatcher

Rita Uli Hutapea - detikNews

Foto: AFP

London, - Tak semua orang merasa kehilangan atas kematian mantan perdana menteri (PM) Inggris Margaret Thatcher. Bahkan ratusan orang turun ke jalan-jalan di Inggris untuk merayakan wafatnya “Wanita Besi” itu. Mereka meluapkan kegembiraan atas kematian mantan pemimpin legendaris Inggris itu.

Sekitar 200 orang berkumpul di jalanan di Brixton, daerah di selatan London yang mengalami kerusuhan parah pada tahun 1980-an silam. Mereka membawa spanduk-spanduk bertuliskan “Rejoice – Thatcher is dead”.

Orang-orang bahkan minum-minum dan bersulang serta menari-nari mengikuti lagu-lagu hip-hop dan reggae yang diputar keras-keras.

“Saya sangat, sangat senang. Dia telah melakukan begitu banyak kerusakan bagi negeri ini,” cetus seorang pria seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/4/2013).

Sejumlah warga bahkan membawa kertas bertuliskan “Ding dong, penyihir telah tewas”. “Kami di sini untuk merayakan kematiannya,” kata seorang wanita berumur 50 tahun, Carole Roper.

Roper pun mencetuskan dirinya membenci kebijakan-kebijakan Thatcher. Bahkan menurutnya, mantan PM wanita pertama Inggris itu tidak berbuat apapun untuk membantu rakyat miskin di negeri itu. Brixton merupakan tempat kejadian kerusuhan ganas pada tahun 1981, atau dua tahun setelah Lady Thatcher menjadi PM Inggris.

Aksi serupa juga berlangsung di kota Glasgow. Lebih dari 300 orang berkumpul untuk ‘berpesta” atas kematian Thatcher. Para aktivis antikapitalis berteriak-teriak, “Maggie, Maggie, Maggie” yang disambut dengan teriakan massa “mati, mati, mati”. Massa pun menari-nari dan bernyanyi penuh sukacita.

Thatcher meninggal dunia dalam usia 87 tahun setelah mengalami stroke. PM wanita pertama Inggris yang menjabat tahun 1979 itu mengubah politik Inggris saat dia mulai berkuasa. Dia menjadi pemimpin Inggris yang paling berpengaruh dalam masa modern di kancah internasional.

(ita/nrl)

Comments Off
  • Page 1 of 36
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • »
  • Last »

Control Panel

  • Register
  • Recover password

Profil

©2002-2013 © warta - one | Powered by WordPress with Easel | Subscribe: RSS | Back to Top ↑